Kamis, 14 Januari 2016

Siapakah Aku



Pendahuluan
Pada saat kita dihadapkan pada pengertian diri kita sendiri, maka konsep untuk mengartikan dirinya sendiri antara satu orang dengan orang yang lain pastilah berbeda.
Pada saat pertanyaan ini diberikan pada seorang anak kecil baik laki-laki maupun perempuan maka, anak- anak itu dengan polosnya akan mengatakan tentang dirinya dengan jujur tanpa harus banyak berpikir dulu. Misalnya, siapakah kamu? Pastilah jawaban yang dapat dibayangkan terlontar dari mulutnya ialah anak itu menyebutkan nama mereka. Perkembangan kognitif anak kecil berbeda sekali jika dibandingkan remaja ataupun dewasa dalam menelaah sebuah pertanyaan. Banyak faktor juga yang dapat mempengaruhi jawaban-jawaban mereka, baik faktor dari internal maupun eksternalnya. Dari tingkat kedewasaannya dalam berpikir dan juga pengalaman-pengalaman pribadinya, dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolahnya.
Kita akan mencoba menemukan beberapa pendapat tentanng siapakah aku dalam tulisan ini.
Pembahasan Masalah
Siapakah aku?
Pada saat dihadapkan ke dalam pertanyaan tersebut, sebagai manusia dewasa  yang dikaruniakan segala yang lebih sempurna dari makhluk lainnya, yang telah mempelajari dirinya akan banyak merumuskan definisi “ AKU” dalam beberapa implikasi; misalnya,
Ketika “Aku” dimengerti sebagai “subjek” memaksudkan bahwa aku yang beraktivitas, sadar, berefleksi dan mencari kebenaran. Aku adalah itu yang sadar akan hidup. Aku yang hidup itu adalah roh yang diberikan banyak dorongan untuk bertumbuh. Aku ini memiliki sifatnya hayat atau hidup, berilmu pengetahuan, memiliki pendengaran, penglihatan, kudrat atau kuasa, iradat atau berkehendak dan diberikan keleluasaan berkata-kata. Semua sifat limpahan dari maha pencipta semesta alam raya.
Selanjutnya ketika “Aku” dimaknai sebagai pribadi yang muncul sebagai pribadi yang telah tumbuh dengan kekompleksitasan hidupnya, maka “Aku” adalah diriku sendiri yang meliputi jiwa dan raga yang melibatkan segala rasa, cipta dan karsanya dalam pengembangan dirinya kearah kognitif, afektif dan juga konatifnya. “Aku” adalah sebuah pribadi yang dimiliki dan terikat kepada sesuatu yang mempunyai upaya untuk mengungkapkan siapa dirinya yang berhubungan dengan kematangan jiwanya dan raganya, untuk menyimpulkan siapa dirinya sebenarnya.
“Aku” yang terbentuk dari kejadian yang dahsyat antara dua makhluk Allah yang paling sempurna tadi harus dapat mengerti keajaiban-keajaiban yang ada di dalam dirinya sendiri. Jiwa nya dengan sadar akan menyadari siapa “Aku” ini sebenarnya ketika semuanya perkembangan dalam dirinya berkembang dengan penuh kesinambungan dan menghasilkan kedewasaan dan konsep pengendalian diri yang baik.
“Aku” bisa menjadi jelek ditafsirkan jika dirinya tidak banyak memiliki keterkaitan dengan hal-hal lain di dalam hidupnya sepanjang perjalanan yang di laluinya dari masa dikandung oleh ibunya sampai ia dilahirkan dan menjadi anak, remaja, dewasa, dan akhirnya menjadi tua.
“Aku yang terbentuk dari banyak pikiran dan pengalaman tadi di sekitar ruang yang melingkupi hidupnya akan mengerti bahwa dirinya unik dan mempunyai segala hal yang dapat menjadikannya mengerti mengapa “Aku” ada dan mencari tahu keberadaan dirinya.
Aku pastinya sesuatu yang baik yang lahir dari bentuk konsep yang baik dan melahirkan ke”aku”an yang baik pula, untuk melakukan segala hal yang berhubungan dengan ke “Aku”annya tadi. Dan begitu juga sebaliknya, aku juga bisa menjadi sesuatu yang jahat jika lahir dari konsep pribadi yang jahat.
Pada saat pertanyaan tersebut dilontarkan kepada salah satu orang yang mengerti Tuhan, dan memahami Tuhan dengan membaca semua kitab sucinya, maka jawaban yang terlontar berkaitan dengan pertanyaan siapakah “Aku” ini jawabannya akan seperti ini; aku adalah anak Tuhan, identitas tentang aku adalah anak Tuhan itu Tuhan berikan sendiri dalam perkataanNya, siapa yang percaya dalam NamaKu, ialah anak Allah, yaitu dia yang menuruti segala perintahku dan menjauhi segala laranganKu. Demikian juga, jawaban yang terlontar seperti berikut ini; aku adalah anak raja, karena memang manusia itu lahir dari keturunan raja-raja. Dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Yang keduanya melahirkan raja-raja di dunia ini.
 Siapakah manusia?
Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa kita adalah keturunan Adam dan Hawa yang adalah manusia pertama dan yang paling dikasihi Allah, walaupun Adam dan Hawa berdosapun, Allah tetap mengasihi mereka. Kita adalah manusia yang berharga yang diciptakan oleh Allah untuk tujuan khusus, untuk melengkapi semua yang telah Allah gariskan. Siapakah manusia sehingga Allah sangat mengasihinya. Sebagaimana besarnya kah kasih Allah terhadap manusia ini sehingga “manusia” di sebutlah sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya yang telah diciptakan oleh ALLAH.  Manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar Allah dan dianugrahi banyak sifat-sifat yang hampir sepenuhnya menyerupai penciptanya, dengan akal dan pikirannya, mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sungguh manusia yang terjadinya secara ajaib ini mampu menaklukkan bumi dan segala isinya karena Allah menciptakannya secara luar biasa untuk segala kebaikannya untuk hidup di dunia yang dibentuk oleh penguasa segalanya ini.
Namun, manusia tetaplah manusia yang di dalam pembentukannya yang paling baik tersebut tidak dapat hidup dengan dirinya sendiri. Dia perlu teman karena memang dia tercipta sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan pertolongan orang lain, dan makhluk yang akan selalu dan senantiasa belajar untuk mencari tahu tentang semua keberadaan dirinya mengapa dia ada dan untuk apa dia ada sepanjang umur hidupnya sampai akhir menutup mata.
Bentuk perkembangan manusia yang mencari jati dirinya ini senantiasa dibarengi dengan segala pengaruh-pengaruh yang melingkupi hidupnya yang membuatnya merasakan keinginan dan ingin juga memenuhi keinginannya dalam mencapai rasa percaya dirinya.
Sejauh mana manusia itu mengenal ke-“aku”-annya sebagai dirinya yang terdalam, yang membedakannya dengan mahkluk hidup yang lainnya (binatang dan tumbuhan)? Bahwa aku yang sesungguhnya terletak pada akal dan budhi, derajatnya paling mulia diantara makhluk-makhluk lain. Aku yang berakal mampu memberi banyak hal, mengisi kebaikan maupun keburukan di muka bumi.
Aku ini terdiri dari bentuk luar yang disebut sebagai jasad, dan wujud dalam yang disebut sebagai hati atau ruh. Yang saya maksudkan dengan "hati" bukanlah sepotong daging yang terletak di bagian kiri badan, tetapi sesuatu yang menggunakan fakultas-fakultas lainnya sebagai alat dan pelayannya. Pada hakikatnya dia tidak termasuk dalam dunia kasat-mata, melainkan dunia maya; dia datang ke dunia ini sebagai pengunjung yangmengunjungi suatu negeri asing untuk keperluan perdagangan dan yang akhirnya akan kembali ke tanah asalnya.
Aku ini bisa menjadi makhluk lemah selemah-lemahnya makhluk, suatu waktu jasad ini dapat terkoyak hancur karena hanya berupa tulang yang dibungkus daging. Di waktu yang lain akupun bisa menjadi makhluk yang paling kuat oleh pemikiran-pemikiran hebat yang tak dapat diperoleh oleh makhluk lain. Sebenarnya manusia amatlah lemah dan hina. Hanya di dalam kehidupan yang akan datang sajalah ia akan mempunyai nilai, jika dengan sarana "kimia kebahagiaan" tersebut ia meningkat dari tingkat hewan ke tingkat malaikat. Jika tidak, maka keadaannya akan menjadi lebih buruk dari orang-orang biadab yang pasti musnah dan menjadi debu. Perlu baginya untuk - bersamaan dengan timbulnya kesadaran akan keunggulannya sebagai makhluk terbaik - belajar mengetahui juga ketidakberdayaannya.

Mengapa aku harus dilahirkan kedunia?
Kita tidak pernah tahu tujuan sesungguhnya untuk apa kita hadir di tengah-tengah orang banyak, berkumpul, bergaul, saling berhadapan-hadapan dan membicarakan banyak hal. Kita juga tidak pernah tahu sebelumnya ketika kita lahir ke dunia dalam ketidakberdayaan lantas menjadi manusia yang mampu mengurusi diri sendiri. Kita pun tidak pernah tahu tujuan sebenar-benarnya tujuan akan penciptaan “aku” ini oleh maha yang menciptakan, apakah kita hanya sebatas penghias di muka bumi atau memang ada tujuan besar yang sedang dirancang maha pencipta untuk menjadi makhluk.
Apa alasan sebenarnya kita harus dilahirkan ke dunia ini? Sekalipun orang pintar bergelar professor jawaban itu  tak akan pernah benar-benar terjawab secara sempurna. Jawaban itu merupakan intisari dari diri kita sendiri. Namun yang jelas kita harus dilahirkan di dunia ini untuk menjadi bagian dari harmoni kehidupan. Kita tahu sedih selalu berdampingan dengan senang, miskin selalu berdampingan dengan kaya, susah selalu berdampingan dengan senang, dan banyak lagi berbagai hal yang saling bertolak belakang. Kita adalah pelengkap dari hal-hal itu agar kehidupan menjadi selalu seimbang.
Kitalah yang memilih alasan kita terlahir di dunia ini. kita bisa memilih menjadi sampah dunia. Melakukan hal – hal yang tidak berguna. Merusak diri sendiri dan orang lain, serta menyebarkan kesedihan bagi dunia. Atau sebaliknya kita ingin menjadi sesuatu yang berguna bagi dunia. Sebuah cara yang mudah namun seringkali kita lupa untuk melakukanya.
Dunia tidak mengharapkan semua orangnya menjadi orang yang buruk. Ibarat warna jika semuanya cerah tentu akan menyilaukan mata. Sentuhan warna gelap akan membuat kombinasi kehidupan menjadi indah. Namun jika untuk menjadi yang baik atau buruk memerlukan usaha yang sama, kenapa tidak memilih yang terbaik bagi kita? Namun sekali lagi hidup itu pilihan. Semoga kita bisa memilih dan menemukan alasan kita terlahir di dunia ini.
Kenapa Aku hidup sama halnya ketika kita disuruh menjawab pertanyaan kenapa bumi itu bulat? Jawabannya tidak akan sama antara seorang dengan yang lainnya. Semuanya bergantung kepada kemampuannya mencerna pertanyaan itu sendiri, dan jawaban yang beraneka ragam tersebut menunjukkan keunikkan ciptaan Tuhan yang satu ini “Manusia” namanya.
Tuhan menciptakan sedemikian rupa sehingga walaupu  kelihatannya serupa namun ternyata manusia tidak ada yang sama persis, bahkan kembar identikpun, tetap berbeda dalam susunan hormon dan hidupnya kelak akan bagaimana dibuat oleh Tuhan. Semuanya sangat berbeda. Itu sangat menunjukkan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas atas apapun juga di dunia ini.
Untuk apa kita lahir ke dunia?
Mengapa dan untuk apa kita dilahirkan di dunia ini adalah pertanyaan yang mungkin tampak sederhana namun sangat mendasar dan mendesak agar kita dapat memaknai gerak kehidupan kita di dunia ini. Jawaban dari kita pun pasti akan berbeda-beda menanggapi pertanyaan “untuk apa kita lahir ke dunia ini?”
Setiap penciptaan tentu telah memiliki rencana dan tujuan kenapa makhluk itu diciptakan. Setiap anggota badan kita termasuk mata, telinga, kaki, tangan, hidung dan lain-lain dicipta bukan dengan sia-sia, tetapi ada tujuan dan hikmahnya. Kalau tiap satu  darianggota badankita  ada tujuannya, apa lagi kehidupan kita secara keseluruhannya tentu mempunyai tujuan yang besar. Tujuan dan hikmahnya yang sebenar kita tidak akan ketahui melainkan dengan pemberitahuan daripada Penciptanya sendiri, karena Ia menciptakan sesuai dengan kehendak-Nya, tiada seorangpun mengetahui apa yang dikehendaki-Nya di sebalik penciptaan tersebut kecuali maha pencipta sendiri yang tahu.
Kita dilahirkan didunia ini pastilah ada maksud tertentu yang memang telah direncanakan Tuhan jauh hari sebelum kita menyadari itu. Dari cara kita dibuat yang sedemikian ajaibnya sehingga kita tidak mampu membayangkan bahkan menguraikannya dengan kata-kata sendiri juga telah membuktikan ke Maha Kuasaan Allah terhadap segala makhluk di dunia ini. Tuhan Allah membuat segala sesuatunya baik dan untuk sesuatu yang baik tanpa kita sadari. Pikiran Allah jauh melebihi akal kita. Dialah sutradara dalam hidup kita. Kertas putih tentang hidup kita telah ia tuntaskan tulisannya dan sampai kapanpun itu berakhirnya, DIAlah yang mengetahuinya. Kita tinggal menjalankan bagian yang telah dituliskan untuk hidup kita.
Manusia diciptakan oleh Tuhan Allah dengan segala yang istimewa, dipilih dari yang paling baik dari bakal janin, diolah di tubuh masing-masing wanita, dan diberikan pertumbuhannya secara luar biasa oleh Allah di dalam kandungan, ditenun sedemikian rupa sehingga dilahirkan dalam bentuk yang paling sempurna oleh masing-masing rahim wanita itu sendiri. Tuhan berkarya untuk memberikan pengetahuanNya kepada kita, tentang kasihNya dan segala yang membuat kita dapat berharga di mataNya. Pertanyaannya, apakah kita mau hidup sesuai yang diinginkan Tuhan, ataukah kita dengan segala kelebihan dan kesempurnaan yang kita punyai sebagai ciptaan Allah yang paling tinggi mau menyatukan hati dalam menaati perintah Tuhan dan memberikan hidup kita juga untuk kemuliaanNya?
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat namun kita dapat percayai, karena itu sifatnya turun temurun dari nenek moyang kita. Kita yang percaya dan terus mencari misteriNya, mudah-mudahan dapat menemukan dia, walaupun sebenarnya Allah tidaklah jauh dari diri kita masing-masing. Karena kita diciptakan menurut gambarNya, secitra dengan Allah itu sendiri. Secara garis besar kita sudah mewakili sebagian besar karakter Allah, perbedaanNya hanyalah kita tidak mempunyai kekekalan hidup karena Adan dan Hawa telah membawa kita kepada kejatuhan alias “dosa”. Coba kalau dahulu Adam dan Hawa tidak berdosa, pastilah kita sekarang senantiasa berdampingan dengan Allah, kontak langsung denganNya, mendengar dan bermain denganNya dalam kesucian dan kemurnian. Walaupun demikian, Allah tetaplah Allah yang baik dan sayang kepada kita, manusia ciptaanNya, lepas dari murka dan kemarahanNya, DIA tetaplah ALLAH yang hidup dan menghidupi segala bangsa di dunia ini yang senantiasa mencariNYA, mencari kasihNya, mencari RahmatNya, dan mencari kedamaian di dalam hidupNya.
Dari satu orang yang diciptakan Allah, yaitu manusia yang dinamakan ALLAH sebagai Adam, Ia telah menjadikan semua bangsa dan manusia ini mendiami seluruh bumi, dan semua bagian telah diaturnya sedemikian rupa sehingga semuanya hidup, walaupun dalam musim-musim yang berbeda-beda. Allah memang luar biasa menciptakan manusia sebagai karyaNya yang paling berharga dibandingkan makhluk lainnya.
Kesimpulan
Dari semua bahasan diatas dapat ditarik kesimpulan tentang siapakah “Aku” dari berbagai persepsi jawaban, mulai dari anak, remaja, dewasa, dan tua, akan memberikan jawaban yang berbeda tergantung bagaimana kehidupannya berkembang dan bagaimana ia mengisi hidupnya dengan pengaruhnya di lingkungan internal dan eksternalnya, kehidupan pribadinya, dan setelah itu seberapa dekat ia dengan penciptaNya. Seseorang yang mempunyai hubungan dekat dengan penciptaNya akan bertindak lebih hati-hati karena mereka mencoba untuk mematuhi apa yang dikatakan oleh Allah dalam firman-firmanNya. Mereka juga cenderung mudah untuk memaafkan orang lain karena mereka mengerti untuk apa mereka hidup di dunia dan apa tujuan hidup mereka di dunia ini. Orang yang tidak mengenal siapa penciptanya dan tidak mau tahu siapa penciptanya itu cenderung akan bersikap seenaknya sendiri dengan keadaan dirinya. mereka mulai menilai itu dari kaca matanya sendiri dan tidak memperhatikan stautusnya sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, makhluk yang memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi segala keperluan hidupnya.
Bahasan kenapa aku hidup, mungkin agak aneh dibahas dalam kaitannya bahwa kehidupan itu sebuah pilihan yang telah digariskan oleh Allah. Kita hidup karena Allah menginginkan kita hidup. Jika kita harus mati sekarang, itupun mudah untuk Allah lakukan terhadap diri kita. Yang jelas, kita hidup untuk melakukan apa yang telah ALLAH catat dalam buku harian pribadi kita, yang telah digariskan menjadi bagian hidup kita, untuk membuat sesuatu yang kita sendiri belum menyadarinya. Yang jelas, tujuan Allah untuk kehidupan kita semuanya baik, semuanya mulia, untuk menjadikan kita dewasa dalam segala tingkah laku kita, karena pesan yang tidak tersirat oleh Allah adalah bagaimana manusia itu bisa merendahkan hatinya, tidak sombong dan mau memulai hidup yang lebih baik dengan perbuatan yang baik dan menyadari bahwa hidupnya hanya ditentukan oleh perkataan TUHAN. Dalam bahasa Arab, kun fayakun, artinya jadilah padaku menurut kehendak ALLAH.
Kita tahu bahwa Allah itu baik, maka semua yang diinginkanNya akan kehidupan kita adalah yang terbaik, terlepas kita menyikapinya dengan tidak baik. Semua yang diinginkan oleh Allah adalah yang terbaik buat hidup kita. Kita diharapkan dapat mengerti karya besarNya dalam kehidupan kita pribadi yaitu untuk mendewasakan kita dari semua permasalahan yang kita hadapi supaya kita mampu untuk mengerti dan menyadari bahwa hidup kita adalah untuk kebaikan bagi kita sendiri, bagi sesama kita manusia bahkan bagi lingkungan sekitar kita yang terdiri dari banyak makhluk ciptaan yang lain yang juga diciptakan oleh Allah untuk menunjang kehidupan kita sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna.
Manusia yang dapat mengerti bahwa kejadian penciptaannya ajaib dan mampu merenungkan mengapa dia ada di dunia ini untuk suatu tujuan yang baik, untuk memperbaiki hidup yang dulu nya penuh kesalahan karena nenek moyang kita yang telah jatuh dalam ketidaksucian yang disebut dengan dosa. Hidup sekali hiduplah yang mampu memberikan standar yang baik untuk Allah sehingga Allah menjadi berkenan dan penuh kasih dan memampukan kita untuk selalu melangkah dalam jalan yang telah menjadi pilihan Allah, yaitu JALAN LURUS.
Jika manusia yang hidup sudah mengetahui siapa jalan yang lurus itu dan bagaimana dia bisa menuju  ke dalam jalan yang lurus tadi dan untuk seterusnya dapat berada dalam jalan yang lurus tadi maka hidupnya akan berkesinambungan dan akan seimbang untuk melakukan hidup yang bermartabat dan berkenan dihadapan Allah.
Semua manusia mendapatkan kesempatan yang sama, tinggal keputusan ada di masing-masing jiwa dan hati manusia itu sendiri, apakah dia akan memilih jalan yang lurus atau jalannya sendiri.
Pada akhirnya, siapa aku, bagaimana aku hidup dan kenapa aku hidup, semua jawaban kembali pada individu masing-masing sesuai dengan tingkat kedewasaan dan perkembangan kehidupannya yang dialaminya di lingkungan internal dan eksternalnya sebagai bagian dari hidup intrapersonalnya juga interpersonalnya yang kesemuanya berkesinambungan dan berhubungan erat dengan kedekatannya dengan penciptanya. Setiap individu itu unik dankarakternyapun unik, tidak ada satupun yang sama, demikian hebatnya Allah menciptakan  gambar yang serupa dengan diriNya namun sebenarnya tidak sama.

Kamis, 07 Januari 2016

Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan




PENDAHULUAN
            Manusia yang hidupnya penuh dengan warna akan selalu mempunyai karakteristiknya masing-masing yang lain dari pada yang lainnya. Kehidupannya sangat unik dan dinamis dan mengandung makna bagi masing-masing secara pribadi dan tidak dapat kita artikan dengan menggunakan pandangan kita saja. Banyak hal perlu dilibatkan dalam memahami karakteristik yang ada dan tumbuh serta berkembang di dalam diri seorang individu. Hidup yang memang terlihat teratur hari demi hari selama dijalani mengandung makna yang berbeda bagi masing-masing kita dalam menghadapi lika-likunya. Secara jasmanipun, seorang individu akan berkembang secara berbeda dengan individu yang lainnya, begitupun secara rohani. Sementara itu masalahpun tidak semakin berkurang, namun selalu ada dan mungkin bisa bertambah banyak karena setiap hari itu pasti mempunyai kesusahannya sendiri, begitu tertulis sejak nenek moyang kita ada dalam sebuah ketentuan Allah.
            Kesederhanaan akan pemahaman namun dilandasi dengan kesungguhan hati akan komunikasi yang baik antara sesama manusia akan mengubah hidup seseorang melihat dunianya. Dunia dimana ia dibesarkan dan bagaimana ia dapat mengatasi masalahnya dengan baik pada saat ia mulai bergaul dengan manusia yang lainnya. Hidup yang penuh masalah tadi dapat menjadi indah manakala kita dapat membuatnya bermakna dan berarti untuk orang lain tanpa kita harus menjadi batu sandungan untuk orang lain. Membuat orang lain bahagia dengan mengikhlaskan yang telah terjadi menjadi bagian terpenting dalam hidup kita bermitra dengan dunia yang pastinya tidak selalu berpihak pada kita. Kesempatan selalu ada dan kitapun tidak langsung dapat mengambil kesempatan itu karena semua perlu dipikirkan dengan matang sesuai dengan tujuan hidup dan juga bagaimana pengaruh kita dimasyarakat dan keluarga. Dalam menyingkapi kehidupan yang semakin beragam, berpikir kreatif dan kritis adalah kemampuan tingkat tinggi yang dapat kita meditasikan untuk memperoleh apa yang kita harapkan. Kehidupan yang kelam dan tidak nyata dalam dunia ini dapat mempengaruhi perjalanan kita mencapai tujuan yang sempurna di surga kelak.
            Manusia hidup pastinya ingin mendapatkan sesuatu yang kekal di alam yang lain, karena kita sudah sadar bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara. Orang kebanyakan hidup sampai umur 80-90 tahun pada umumnya. Sisa hidup kita akan kita abadikan bersama sang pencipta kita di surgaNya atau di nerakaNya. Pilihan tergantung pada kita dalam memulai hidup kita di tahun 2016 ini.
            Pada Tema bahasan kali ini. Penulis ingin mengangkat sebuah pernyataan yang sangat mengelitik dan menarik untuk diberikan apresiasi. pernyataan yang unik dari yang biasanya terdengar saat penulis masih kecil. Pernyataan tersebut biasa terucapkan oleh penulis “malu bertanya sesat di jalan” namun sekarang menjadi “mau bertanya nggak sesat di jalan”. Sekilas jika hanya dilihat dengan selayang pandang tidak ada yang istimewa dari pernyataan tersebut. Namun buat penulis, ternyata makna yang terkandung di dalamnya sangat unik dan memang meminta perhatian, sehingga penulis tergerak hatinya untuk memahaminya lebih dalam dalam bentuk tulisan yang di dalamnya sedikit memuat pengalaman pribadi yang berhubungan dengan pernyataan tersebut.
            Tidak salah jika malu bertanya akan sesuatu hal, pastilah kita akan tersesat dan tidak mengetahui informasi yang ingin kita ketahui. Namun ada juga yang mengatakan terlalu banyak bertanya membuat orang bosan dan tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.  Semua yang terjadi dalam diri kita harus dapat dikontrol dan dikendalikan oleh diri kita sendiri. Saat kapan kita harus diam dan mendengarkan dan saat kapan kita harus bertanya. Pengendalian diri adalah salah satu bentuk kedewasaan yang dimiliki oleh seseorang karena memang faktor bawaan, pengalaman dan lingkungan ada di dalam wilayah otaknya dan bekerja secara bersama-sama dalam mempengaruhi pola pikir seseorang dalam menghadapi masalah dan  menyelesaikan masalahnya. Bertanya dengan baikpun ada caranya, dan itu terlihat dari seberapa individu mengerti apa yang akan ditanyakannya dan mengapa ia menanyakan itu. Apakah hal itu perlu di tanyakan dan apakah itu penting untuk ditanyakan.
            Sebagai seorang ibu dari ketiga anak laki-laki, penulis terbiasa dengan peryataan dan pertanyaan kritis yang memang sering kali menuntut adanya pengendalian dan pengontrolan diri dalam menjawab pertanyaan mereka. Ada hal-hal yang bisa dijelaskan secara logika namun ada juga hal-hal yang hanya dapat di jelaskan secara pengalaman. Kesemuanya itu datanng dari pembelajaran hidup yang kompleks, dari keluarga yang beragam, dan dari adat dan budaya yang berbeda namun berjalan selaras dan saling menghormati. Hidup yang dialami selama ini membuat seseorang dapat memilih apa yang baik dan benar untuknya menikmati hidup ini dengan kasih dan sayang. Seseorang dapat menjadi sangat arif dan bijaksana dalam memahami perjalanan hidupnya manakala ia berhubungan sangat baik dengan ALLAH dan juga semua bagian dalam kehidupannya, namun sebaliknya seseorang dapat menjadi sangat pesimistis manakala harapan hidupnya hilang karena pemahaman tentang hidupnya jauh dari kasih dan sayang dan keikhlasan .


PEMBAHASAN
            Pada masa yang penuh tehnologi ini, kehidupan dapat dengan cepat dilalui manakala tangan mengenggam handphone dan asyik dengan dunia kita sendiri dengan segala kecanggihan tehnologi yang di tawarkan oleh alat komunikasi itu. Manusia lupa akan kodratnya sebagai makhluk sosial yang hidupnya memerlukan orang lain dan telah tergantikan oleh alat  tehnologi yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Mereka mulai berkomunikasi dan bertanya dengan telepon genggam yang dimilikinya sebagai sumber yang mungkin dipandang akurat untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di benaknya. Kecenderungan untuk menyendiri dan menghabiskan waktunya sendiri dengan pujaan hatinya “HP” telah marak dan tidak dapat digantikan dalam kehidupan manusia di kota besar.
            Duniapun terus memproduksi alat-alat yang semakin hari semakin canggih untuk memuaskan pengguna telepon genggam ini. Seiring berjalannya waktu, manusia akan merasa bosan dan tidak akan pernah puas dengan apapun yang telah diperolehnya, karena kepuasan yang dihasilkan oleh telepon genggam dalam pencarian informasi akan berbeda jika diperoleh dengan cara komunikasi dengan sesamanya. Ada kehangatan tercipta tatkala dua atau tiga orang manusia berkumpul untuk membahas sesuatu hal yang berkaitan erat dengan masalah ataupun hal yang harus diselesaikan.
Manusia adalah makhluk yang sudah digariskan ALLAH untuk memelihara bumi yang dari nenek moyangnya dulu telah dijanjikan dalam perjanjian dengan Sang Khaliknya. Hidup manusiapun ditentukan oleh Kuasa yang tidak berkesudahan. TintaNya telah tertulis dengan baik dan sangat baik bagi semua yang diciptakan dan hadir di dalam dunia ini. Manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis yang dapat berubah-ubah sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya pun tak luput dari tugas-tugas yang harus dilakukan dan dilaluinya. Dari dalam kandungan sampai pada akhirnya mencapai masa tuanya, tugas tersebut telah nyata dan sebaiknya dapat kita lalui dengan baik sehingga pada masa dewasanya dan tua kita, kita tinggal menikmati hari-hari yang menyenangkan dan ketenangan hidup yang benar-benar sesuai dengan harapan kita dan indah menurut pencipta kita.
            “Mau bertanya nggak sesat di jalan” sungguh sebuah pernyataan yang mengelitik saya untuk mendalami, memahami bahkan sepintas tertawa di dalam hati atas keunikan kata yang tercipta oleh buah tangan manusia yang dinamis dan bersosial tinggi. Ilmu dalam menciptakan pernyataan yang kreatif dan meminta pemikiran kritis bagi pembacanya, sangat mengelitik saya untuk memaparkan dalam tulisan ini dengan penuh semangat. Kelihatannya seperti mudah mengucapkannya, tetapi mempunyai makna yang dalam setelah mencerna satu persatu kata yang terangkai dalam kalimat tersebut. Bagi siapa saja manusia yang berkarakter sanguin, tidaklah sulit untuk selalu melontarkan pertanyaan sehubungan dengan sesuatu hal yang memang mereka tidak mendapatkan kejelasannya. Pribadi sanguin yang aktif dan interaktif, tidak malu dan mudah berbaur dengan masyarakat, memudahkan mereka untuk bertanya dan berbicara di depan umum dan di depan cermin untuk membuktikan kesanguinannya. Kepercayaan dirinya sangat besar sehingga apapun yang dilakukannya, mereka melakukan dengan penuh kepercayaan diri. Apalagi jika ditunjang dengan semua fasilitas yang memadai dan juga bentuk fisik dan sosial ekonomi yang tinggi. Seseorang yang sanguin akan mampu berkarya dan bertanya dan menciptakan dunianya yang penuh kedinamisan, dan penuh keceriaan. Tiada hari tanpa berbicara bagi orang yang sanguin. Dunia hampa dan gersang jika kita hanya berdiam diri saja dan menunggu orang lain selesai bicara. Hidup yang bersemangat dan berapi-api dan selalu ingin menjadi yang terdepan dan terbaik selalu menjadi dambaan orang dengan karakter sanguin ini. Oleh karena itu, “Mau bertanya” adalah hal yang sangat mereka senangi untuk mengumpulkan banyak teman dan banyak saudara. Dan pastinya, banyak orang akan diuntungkan dengan segala keceriaannya dan menjadi sahabat yang baik baginya. Orang sanguin selalu update informasi yang ada karena kemampuannya untuk bertanya dan karena memang mereka bukan pemalu. Berbeda dengan Sanguin, orang yang pendiam atau flagmatik melankolik akan cenderung malu untuk bertanya dan perlu kekuatan kusus untuk mereka dalam hal menanyakan sesuatu. Bibir mereka seperti terkunci dan kaku untuk melontarkan pertanyaan yang memang mereka perlukan dan butuhkan. Orang flagmatik melankolik cenderung menyendiri dan mencari semua informasi yang diingininya lewat membaca. Mereka sangat teratur dan terorganisasi dengan semua yang ingin diketahuinya, namun mereka memperolehnya tidak dengan komunikasi verbal, namun dengan mencari sendiri solusi yang menurutnya dapat mereka dapatkan dari membaca. Untuk kebutuhan bersosialisasinya, seseorang yang flagmatik melankolik tidak sesemangat orang sanguin. Mereka hanya bersosialisasi seperlunya saja dan seringkali tidak mempunyai banyak teman karena mereka akan memilih teman yang sekiranya cocok dengan kepribadiannya. Banyak orang yang flagmatik senang dengan hal yang rumit-rumit dalam pekerjaannya yang membutuhkan konsentrasi berpikir tingkat dewa dan mereka menikmati waktu dan masa itu. Oleh karena itu, karena asyik dengan dunianya sendiri, mereka akan membuat keajaiban terhadap dunianya dengan komunikasi non verbal.
            Bagaimana agar kedua sifat tadi dapat diseimbangkan adalah sebuah tugas yang sulit untuk setiap pribadi dalam tumbuh kembangnya di dalam kehidupannya. Namun tidak ada hal yang mustahil bagi semuanya untuk dapat menyeimbangkan kemampuan jika memang mereka menginginkan untuk dapat berkomunikasi dengan arif, bijaksana, sabar dan penuh pertimbangan. Semua hal tersebut mungkin dan dapat terjadi selama kita memang mau berubah dan berusaha untuk membuat semuanya terjadi dan terwujud. Tidak ada yang mustahil yang dapat dilakukan ALLAH, maka sudah seharusnyalah kita memaknai kata-kata itu dengan positif dan pemikiran yang maju untuk kebaikan masa depan kita.
            Karena Janji Allah itu Iya dan Amin, maka sudah semestinya kita pegang teguh itu untuk menyemangati hidup kita di dunia yang memang kadang tidak bersahabat dengan karakter yang kita miliki masing-masing. Hidup yang terus berjalan dengan segala susah dan senangnya dengan segala permasalahan yang ada baik dikomunikasikan maupun dipendam akan menghasilkan buah yang akan kita terima sebagai akibat dari semua perbuatan kita, dan itu pun tidak lepas dari kendali ALLAH sebagai penulis akurat untuk diary kita. DIA ijinkan itu terjadi untuk mendewasakan kita dan untuk kita terus belajar tentang hidup yang baik dan berguna untuk diri kita dan untuk orang lain dan orang banyak. Dengan bertanya dan berbicara semuanya dapat terungkap dan tanpa adanya desas desus yang tidak mengenakkan. Dengan memendam, maka semuanya pun akan terpelihara dihati dan akan menjadi bumerang bagi kita sendiri nantinya jika yang kita pendam adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak menyukakan hati. Kehidupan kita, terserah kita akan kita apakan, hak mutlak untuk hidup kita adalah kita sendiri yang menentukan. Oleh karena itu, berkomunikasi dengan bertanya adalah satu hal yang penting yang dapat kita lakukan untuk mengarahkan hati kita ke dalam tuaian yang baik untuk masa depan kita. Seiring tingkat kecerdasaan yang dimiliki oleh manusia tidak sama, namun manusia pada hakekatnya memiliki 3 sampai 4 tingkat kecerdasan yang dapat dikembangkan dari 9 tingkat kecerdasan yang dimilikinya sejak lahir. Jika memang ia tergolong jeniuspun semua tingkat kecerdasan itu dapat berfungsi, namun pengembangannya hanya ada 3 atau 4 yang dapat terus disalurkan dan dibina. Karena manusia walaupun makhluk yang sempurna, mereka juga merupakan makhluk yang mempunyai sisi lemahnya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan orang lain, untuk melangsungkan hidup dan kehidupannya. Bertanya dan berkomunikasi adalah bagian yang termudah dan juga tersulit dilakukan oleh seseorang, karena tergantung dengan karakter pribadi masing-masing orang dalam persepsinya untuk semua hal yang dipahaminya. Walaupun semuanya akan jelas jika seseorang mau bertanya dan ada seseorang yang mau menjawab atas hal yang ditanyakan sehingga komunikasi dua arah dapat tercipta dan informasi yang diperlukan didapatkan.
“Mau bertanya nggak sesat di jalan”. Mau berarti ada keinginan untuk melakukan sesuatu yang berasal dari pikirannya yang muncul dari dalam hatinya. Jika seseorang mau untuk melakukan sesuatu maka dirinya sudah melibatkan kesadaran dalam otaknya untuk berpikir apa yang akan dilakukan. Mau bertanya, misalnya, berarti dia sudah merencankan apa yang akan ditanyakan dan kenapa ia mau bertanya hal tersebut. Seseorang mau bertanya pastilah karena suatu alasan, baik itu berasal dari dalam dirinya maupun dari lingkungan sekitarnya. Ada seseuatu yang dicarinya dari pertanyaan yang akan ditanyakan, ada informasi yang dibutuhkannya. Orang yang mau bertanya juga mengalahkan keegoisan di dalam dirinya yang memang mungkin merasa tahu semua dan tidak perlu untuk bertanya. Muncul kerendahatian di dalam orang yang mau bertanya, karena memang ternyata masih banyak hal yang ia tidak ketahui selama ini walaupun tadinya ia beranggapan bahwa dirinya sudah tahu semua. Mau bertanya juga membuka cakrawala baru akan pengetahuan lain yang mempunyai perspektif lain dari orang yang menjawab pertanyaan tersebut, menambah wawasan baru dan mendatangkan pengetahuan baru yang dapat diolah dan disaring oleh individu yang menerimanya. Mau identik dengan ingin. Seseorang yang mau atau ingin biasanya merasa kurang puas dengan apa yang telah diketahui, diterima ataupun di dapatnya. Mereka cenderung ingin tahu lebih banyak. Itu sudah merupakan sifat manusia. Selalu merasa tidak puas dengan hasil yang telah dicapainya.  Demikian juga kemauan dan keinginan untuk mencari tahu hal-hal yang baru. Jikalau ada kesempatan pastilah manusia akan berusaha meraih itu sehingga semuanya dapat terwujud. Manusia yang dibekali oleh banyak hal akan mampu melakukan segala hal karena memang manusia bukan mahluk yang biasa-biasa saja. Manusia merupakan makhluk yang sempurna, oleh karena itu Allah memberikan kemampuan untuk menjadi apapun yang dia inginkan. Manusiapun bahkan bisa menjadi Tuhan untuk dirinya sendiri, karena pada awal penciptaanpun, ALLAH berfirman bahwa ia akan membuat manusia serupa dengan gambar ALLAH. Artinya, akan banyak kesamaan antara sifat-sifat yang dimiliki manusia dengan Sang Penciptanya.
            Bagi sebagian orang yang pendiam, mau bertanya adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun jika tuntutan pekerjaan dan tuntutan lain yang sangat mendesak, orang pendiampun akan dapat mengajukan pertanyaan dan memikirkan mengapa mereka menanyakan itu. Mereka akan merasa terbebas dari beban berat setelah dapat mengajukan pertanyaan, dan itu adalah awal mula mereka memulai hidup barunya dengan berani bertanya dan mempunyai pemikiran, ternyata bertanya tidaklah mematikan dan dapat memberikan kelegaan akan beban pikiran kita yang memng perlu kita salurkan. Hidup akan terasa ringan jika kita tidak memendam apa yang seharusnya kita keluarkan dari dalam hati. Coba anda bayangkan, jika anda mempunyai pertanyaan, lalu anda ingin menanyakan pertanyaan itu, tapi ternyata anda tidak mempunyai kesempatan untuk menanyakan hal tersebut, maka pada saat anda pulang dari pertemuan itu, pikiran anda akan sedikit terganggu karena masih ada yang belum terbereskan dengan sesuatu yang ada di benak anda. Berbeda jika anda berhasil dan berkesempatan untuk bertanya, pastilah anda merasakan kelegaan dan kepuasan karena keingintahuan anda sudah terjawab dan anda dapat pulang tanpa memikirkan sesuatu hal dibenak anda.
            Mau melakukan sesuatu identik juga dengan kedinamisan seseorang. Semangat hidup seseorang dapat dilihat jika seseorang itu mau untuk melakukan sesuatu bagi dirinya. Mau berubah dan mau diubah. Orang yang mau, seperti dijelaskan diatas, dia sudah rela membuang egonya, dan menggantikan dengan kebutuhannya sebagai makhluk yang memang memerlukan bantuan orang lain. Contohnya, mau bertanya, berarti membutuhkan orang lain untuk menjawab pertanyaannya; mau meminta tolong berarti membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang dia sendiri tidak bisa lakukan, dst. Hidup manusia yang seimbang akan tercipta manakala mereka mengetahui keberadaan dirinya, mengapa mereka ada di dunia ini. Jawaban atas pertanyaan tersebutpun akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya karena kehidupan dan latar belakang pendidikan, lingkungan sosial ekonomi nya pun berbeda  Pemahaman seseorang akan hidupnya dan kehidupannya kenapa mereka ada di duniapun beragam, tergantung pada seberapa cermat mereka menyikapi hidup mereka dan mengatasi serta menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Manusia yang mau terus belajar sepanjang hayatnya untuk bertanya dan menemukan sesuatu yang dapat membantu hidupnya akan membantunya mengerti bahwa pengetahuan akan sesuatu hal itu sangat luas dan rumit dan perlu pemahaman yang dalam dalam perenungan tingkat tinggi akan arti hidupnya dan kehidupannya. Jika makna kehidupannya sudah mulai ditemukan, maka jalan hidup yang akan ditempuhnyapun akan mulai dapat terlihat dengan kematangan pola pikir yang dimilikinya. Seseorang akan mudah untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan mana yang kebutuhan harus dipenuhi dan mana yang masih dapat ditunda. Hidup di dunia ini haruslah dapat memberikan kebermaknaan bagi orang lain dan membuat diri kita bisa bermanfaat untuk orang lain juga. Harapan hidup yang jelas dan tidak terlalu muluk-muluk akan tercipta manakala manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis mengerti akan kebutuhannya dan tidak malu untuk mengungkapkan keinginannya. Semua yang tersembunyi itu tidaklah harus disembunyikan, karena ALLAH pun tahu bagian yang paling tersembunyi dari kita, sudah sewajarnya kita bisa berbagi dengan orang yang kita percayai untuk meminta jawaban atas ketidaktahuan kita akan sesuatu hal yang merupakan kekurangan yang melekat dalam diri kita.
            Mau bertanya nggak sesat dijalan. Pernyataan yang sesuai untuk orang yang tidak begitu suka bertanya dan tidak akan tahu apa jawaban atas pertanyaannya. Semua orang akan setuju dengan pernyatan di atas. Tidak akan ada orang yang dirugikan dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan. Semua orang bebas dan berhak bertanya, demikian juga mereka berhak mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka. Dengan mau bertanya, maka seseorang akan mengerti hal baru yang belum dipahaminya, akhirnya informasinyapun mereka akan dapatkan. Jika informasinya belum jelas, orang itu masih dapat menanyakan lagi dan akan mendapatkan jawaban kembali. Misalnya, seseorang dalam perjalanan keluar kota jauh dari wilayah dimana dia tinggal. Jika seseorang ingin mencari alamat seseorang atau instansi yang akan dituju yang belum sama sekali ia ketahui maka dengan bertanyalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan arahan yang benar akan alamat yang akan dia datangi. Walaupun terkadang dengan bertanya kita masih dibingungkan dengan arahan orang lain, namun setidaknya kita mendapatkan gambaran tentang tempat yang akan kita tuju.
            Kemampuan seseorang dalam memahami jawaban juga bermacam-macam. Tingkat ingatan seseorang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Semakin sedikit beban dan masalah seseorang akan hidupnya, ingatannya akan berfungsi dengan baik, semakin banyak masalah dan beban dihidupnya, ingatan seseorang juga tidak berfungsi dengan semestinya. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita harus meletakkan beban kita dan memberikannya kepada ALLAH dan memintaNya untuk memberikan kelegaan untuk semua beban hidup kita agar ingatan kita dapat berfungi dengan sempurna dan kita tidak mudah lupa. Orang yang hidupnya terlihat santai dan tidak mempunyai beban terlihat bahwa ia telah memenangkan dirinya dan mengalahkan dirinya dari kesombongan dan keegoisan yang terdapat di dalam dirinya sebagai pribadi yang utuh. Orang tersebut mampu bertanya dan mau selalu bertanya atas apa yang tidak ia ketahui. Orang tersebut juga dapat menghargai orang lain karena memang sudah tahu bahwa hidupnya tidak bisa sendirian, dia perlu teman hidup dan pendamping yang dapat senantiasa diajak untuk bertukar pikiran dan saling mengisi kekosongan yang dialami. Salah satu alasan kenapa seseorang ingin mempunyai sahabat karib atau teman curhat, salah satunya itu untuk menopang satu sama lain ketika dirasa memang ada sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh seseorang. Jika kita semakin menyadari arti pentingnya hidup yang kita hidupi di dalam daging kita ini maka kita harus dapat menyadari bahwa keinginan daging itu sangat banyak. Kehidupan kita di dalam kedagingan kita harus dapat kita kendalikan dengan keimanan kita dan kedekatan kita dengan Sang Pencipta, sehingga kita dapat mengontrol semua yang akan memperburuk keadaan yang akan menimpa kita dan mengkomunikasikan dengan otak dan kesadaran kita bahwa apa yang terjadi di dalam kedagingan kita itu tidak baik dan tidak memberikan manfaat bagi kita.
            Manusia dilahirkan sempurna, dipilih dari pembuahan yang paling baik dari yang lainnya yang ada dalam pertemuan sel jantan dan sel betina. Yang tercipta adalah yang terbaik dari yang ada di dalamnya. Walaupun pada kenyataannya terjadinya pembuahan ternyata ada kekurangan dalam fisiknya, kesalahan tersebut bukanlah berasal dari ALLAH dan keinginan ALLAH semata, faktor kesehatan manusia dan pasangan dalam mengkomsumsi asupan makanan juga dapat mempengaruhi ketidaknormalan pembuahan yang dihasilkan dari pertemuan 2 sel tadi. Manusia yang dilahirkan dengan panca indera yang sempurna dapat berbangga hati karena mereka dapat menikmati semua keindahan yang ALLAH berikan di dunia ini. Dengan matanya mereka dapat melihat berbagai hal, dengan telinganya mereka dapat mendengar, dengan lidahnya mereka dapat mengecap, dengan mulut mereka dapat memuji ALLAH, dengan hidung mereka dapat membau aroma apasaja yang ada di sekitar mereka. Dengan semua tubuh yang sempurna baik tangan dan kakinya dapat digunakan untuk menulis, mengerjakan sesuatu dan menopangnya ketika manusia itu mulai berdiri dan berjalan menyongsong hari esok yang penuh harapan dalam kemuliaan ALLAH.
            Semua bagian tubuh manusia ditenun begitu sempurna di bagian perut ibunda masing-masing dengan begitu detailnya oleh ALLAH. Luar biasa kejadian kita dan sangat tidak bisa diterima oleh otak kita begitu hebatnya karya agung ALLAH itu yang tersebut sebagai manusia. Oleh karena itu kita sudah selayaknya memuji dan bersyukur dengan mulut kita oleh karena kejadian kita itu dahsyat dan ajaib. Hanya dengan perkataan ALLAH kita dijadikan, dan semua yang ada di bumi ini juga ada. Begitu besarnya pengaruh mulut yang dapat berbicara ini sehingga semuanyapun dapat terwujud dalam sekejab. Dengan mulut kita dapat memuji ALLAH, dengan mulut kita dapat bertanya akan sesuatu hal yang kita inginkan, dan dengan mulut juga kita dapat menjatuhkan dan dijatuhkan oleh orang lain. Alat indera yang kecil ini dapat membuat persahabatan semakin erat juga dapat membuat persahabatan ke tingkat permusuhan bahkan sampai tingkat pembunuhan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa mulutmu adalah harimaumu atau bisa juga mulutmu adalah hatimu, apa yang terucap dari mulut muncul dari hati kita. Hati yang menyimpan sesuatu yang teramat lama, pada saat sudah saatnya ia harus dikeluarkan maka pikiranpun tidak dapat mengontrol kata apa yang dikeluarkan oleh mulut sebagai perwujudan dari penyimpanan perasaan dari hati kita. Dan itu bisa sangat berbahaya bagi siapapun yang belum siap untuk mendengarnya, karena bisa berpengaruh positif dan juga bisa sebaliknya. Kehidupan yang selalu berputar dan selalu menginginkan sesuatu perubahan dalam hidup kita menjadi yang lebih baik dari diri kita dari yang dulu akan membantu kita untuk selalu berhati-hati dengan mulut kita. Ucapan yang tertata dengan apik dan santun akan meredakan amarah dan dapat mendamaikan bumi. Dengan kemampuan berbicara yang sopan seseorang dapat mengalahkan dunia dan mengenggam masa depan yang diimpikannya.
            Salah satu yang dapat diterapkan dengan aktifitas yang berhubungan dengan salah satu panca indra yang dimiliki oleh sebagian besar makhluk hidup yang diciptakan oleh ALLAH ini adalah mulut. Banyak hal yang dapat kita lakukan dengan mulut kita. Salah satunya dengan bertanya. bertanya menggunakan aktifitas mulut yang telah terkoordinasi dengan otak dan hati serta pikiran kita. Mulutlah yang berbicara. Mulutlah yang mengambil peranan penting dalam keluarnya kata-kata yang telah di olah oleh otak dan pikiran kita.  Mau bertanya tidak akan membuat kita tersesat di jalan. Dengan bertanya kita akan diberi wawasan baru, ide-ide baru dan juga pengetahuan baru. Dengan bertanya kita mendapatkan teman baru dan juga dapat menjadi saudara. Dengan bertanya kita juga bisa saling mengenal dan bersilaturahmi. Dengan bertanya kita juga bisa berhubungan lebih dekat dan mengenal siapa yang kita ajak bicara. Banyak hal yang dapat kita dapatkan dari kemauan kita untuk bertanya. Hidup yang bervariasi dapat dihasilkan dengan bertanya. Dunia menjadi luas dan tidak selembar daur kelor saja, jika kita aktif dan mau bertanya. Selama kita masih hidup dan bermasyarakat, maka kegiatan bertanya tidak akan lepas dari kebutuhan kita dalam bersosialisasi dengan mahkluk lain. Semua orang saling membutuhkan dan saling dapat membantu baik dengan bertanya ataupun dengan memberikan jawaban atas pertanyaan.
            Pepatah malu bertanya sesat di jalan memang sudah banyak dibuktikan oleh manusia. Oleh karena itu mereka mulai dengan mau bertanya agar tidak sesat di jalan. Agar semuanya dapat dan mendapatkan kejelasan. Tujuan filsafat dari pernyataan tersebut adalah agar manusia lebih mawas diri dan tidak tertinggal informasi di sekitarnya dan bisa selalu uptade dengan semua kegiatan atau permasalahan yang ada di dunianya, agar mereka bisa mengantisipasi dan menghindari hal-hal yang tidak baik yang akan terjadi dan mampu melakukan tindakan preventif yang menguntungkan dirinya dan orang lain. Komunikasi yang baik dan bertanya dengan cara yang baik akan sangat membantu kita memperoleh informasi yang kita inginkan. Hidup akan lebih transparan jika kita mau bertanya, sehingga seseorang tahu apa yang kita sedang hadapi, dan diharapkan mereka mengerti akan jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan. Bertanyalah pada orang yang memang mampu untuk menjawab apa yang menjadi permasalahanmu. Jangan asal bertanya hanya untuk memojokkan seseorang agar terkesan kita pandai dan pertanyaan kita tidak dapat dijawab oleh orang itu. Bertanya secara bijaksana dan melihat situasi dan kondisi dimana kita berada, dan siapa teman yang kita ajak bicara atau dalam lingkup apa kita sedang terlibat di dalamnya. Mengembangkan sikap yang mau bertanya adalah hal yang perlu dipupuk agar rasa percaya diri juga dapat ditumbuhkan. Semakin banyak bertanya maka kita akan semakin banyak tahu tentang sesuatu hal yang perlu kita ketahui, ini akan sangat mudah untuk kita dalam memahami banyak hal yang memang perlu kita ketahui. Bertanya bukan berarti kita bodoh dan terlihat kurang menguasai sesuatu yang kita ketahui, bertanya akan membiasakan kita untuk mempunyai penghargaan terhadap orang lain, mampu memahami orang dengan posisi di pihak orang tersebut dengan kata lain, kita dapat memposisikan diri kita pada posisinya dan dengan mudah dapat memahami apa yang sedang terjadi dan dialami oleh orang itu sehingga kita dapat memberikan sedikit pengetahuan yang kita tahu dan berbagi bagaimana pemecahan masalah dapat diatasi. Bertanya tidak membutuhkan keahlian khusus, namun membutuhkan kecermatan akan apa yang akan kita tanyakan, apakah pertanyaan tersebut merupakan hal yang kita perlukan atau hanya sekedar bertanya agar terlihat memperhatikan seseorang yang sedang memberikan pengarahan.
            Manusia dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Setiap pribadi mempunyai sifat dan karakternya masing-masing. Ada yang memang menganggap perlu untuk bertanya akan hal yang tidak dipahaminya, ada juga yang tidak harus bertanya untuk memahami hal yang belum diketahuinya. Bertanya akan mendapatkan jawaban langsung secara 4 mata jika dalam forum tatap muka, bertanya dengan alat tehnologi seperti komputer atau buku bacaan juga mendapatkan jawabannya juga. Bedanya, jika bertanya melalui tatap muka langsung, secara emosional dan kecerdasan dinamis kita terangsang untuk mengikuti setiap hal yang diberikan sebagai arahan jawaban sementara jika dengan komputer dan buku, kita langsung menerima jawaban tanpa harus terlibat secara emosional dan kecerdasan yang dinamis yang dimiliki oleh setiap manusia. Hidup itu sebuah pilihan. Tidak ada pilihan yang salah. Karena setiap kita memilih kita pasti sudah mempertimbangkan dan mengerti konsekuensi atas apa yang akan kita pilih. Jadi semua hal berhubungan dengan bertanya semuanya sudah merupakan pilihan atas apa yang akan kita lakukan juga. Mau tidaknya kita bertanya juga merupakan pilihan hati kita yang akan diungkapkan lewat kebisuan atau kesuaraan kita dalam mengemukakannya lewat mulut mungil kita masing-masing. Orang yang bertanya akan mempunyai pengetahuan lebih banyak dari orang yang tidak bertanya, karena orang yang bertanya biasanya tahu lebih dulu dari orang yang hanya berdiam diri saja. Misalnya, di dalam sebuah mobil ada 4 orang di dalam mobil. Semua orang di dalam mobil tidak ada yang tahu kemana arah yang akan mereka tempuh. Orang yang mau bertanya akan tahu lebih dulu dan mempunyai pengetahuan yang diperlukan daripada orang yang diam dan menunggu di dalam mobil.
            Orang yang mau bertanya biasanya akan cepat memahami orang lain, karena dia lebih bisa menurunkan egonya dan merendahkan hatinya untuk hanya sekedar bertanya dan meminta jawaban atas pertanyaannya. Memberi dan menerima sebagai bahan perumpamaan. Orang bertanya itu orang yang meminta sesuatu, kedudukannya lebih rendah dari orang yang memberi jawaban.  Secara emosional mereka yang mau bertanya sudah mengalahkan keegoisan mereka, secara positif untuk meningkatkan kecerdasan mereka. Mereka rela melakukan itu karena hasil yang mereka akan dapatkan jauh lebih besar dari pada hanya sebuah keegoisan. Keegoisan akan mendatangkan bencana bagi siapa yang memupuknya. Kehidupan di dunia yang hingar-bingar penuh dengan segala hal yang tidak terdeteksi, sepertinya menjadi egois bukanlah pilihan yang tepat untuk dijalani. Hiduplah sebagaimana ALLAH inginkan kita hidup didunia, dengan penuh kasih dan sayang kita saling mendukung dan menajamkan satu sama lain dalam ikatan tali persaudaraan dimana kita memang berasal dari satu nenek moyang. Eyang leluhur kita “ADAM dan HAWA”. Kita adalah manusia yang berasal dari mereka. Jika kita laki-laki maka kita berasal dari ciptaan ALLAH yang bernama ADAM, dan jika kita perempuan maka kita berasal dari ciptaan manusia yang berasal dari HAWA.
            Membudayakan untuk tidak malu bertanya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi kita. Banyak hal yang dapat kita dapatkan jika memang kita mau bertanya. Manusia generasi penerus bangsa akan sangat kritis pemikirannya jika dibudayakan untuk selalu bertanya daripada terus mengembangkan sikap yang apatis.  Seseorang yang mau bertanya akan mengalahkan dunia. Dunia ada pada orang-orang yang mau bertanya dan berubah. Bertanya dengan penuh kesopanan akan mengalahkan bumi tempatnya berpijak. Orang akan terpukau dengan cara kita bertanya dan akan mengagumi kita dan meniru kita dalam karakter yang positif yang dapat membangun perkembangan hidup kita yang berkarakter.


KESIMPULAN
            Jika kita dapat memberikan yang terbaik kepada orang lain kenapa kita tidak berikan sekarang. Kita dapat bertanya apapun dan sudah sewajarnya kita memberikan jawaban atas pertanyaan yang terlontarkan. Bertanya akan sesuatu itu menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan memberikan jawaban atas pertanyaan juga akan menguntungkan kedua belah pihak, yang nantinya dapat diambil kesimpulan dan dilakukan langkah atau tindak lanjut atas semua pertanyaan dan jawaban tersebut.  Misalnya, seseorang bertanya, apakah kamu mencintai dan mengasihiku ? Jawaban yang akan diberikan pastinya akan mempengaruhi langkah seseorang dan orang yang memberi jawaban atas pertanyaan tadi, dan untuk selanjutnya masing-masing dapat mengambil langkah dan apa yang akan dilakukan selanjutnya setelah jawaban diterima. Jika memang orang itu bukan sesorang yang terbuka, dan pemberi jawaban yang langsung, mungkin ia dapat mengutarakannya dengan memberikan isyarat atau alat peraga seperti bunga di hari ulang tahunnya, dan itu bisa berupa jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan. Banyak hal didapatkan dari aktivitas mau bertanya ini. Selain tidak akan sesat di jalan juga tidak akan salah memilih juga dalam mengarungi kehidupan. Jika memang kita adalah pribadi yang sukar mengatakan ia dan amin, maka kita harus banyak belajar untuk mengenal ALLAH lebih baik lagi. Karena janji ALLAH itu IA dan AMIN, maka apapun yang dilakukan ALLAH untuk manusia ciptaanNYA itu adalah sesuatu yang pasti INDAH, BAIK, dan SEMPURNA. Sudahkah kepribadian kita dibentuk seturut dengan kepribadian Sang pencipta kita? Jawaban atas pertanyaan tersebut diserahkan kembali ke pribadi masing-masing.
            Semua orang yang hidup dan bernafas di dunia ini jika memang mereka mempunyai indra yang sempurna yang salah satu diantaranya adalah mulut, maka aktivitas yang dilakukan yang tidak akan lepas dari kehidupannya adalah berbicara. Aktivitas berbicara ini salah satunya adalah bertanya. Bertanya bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu dipentingkan. Namun bagi manusia yang dinamis, yang rasa ingin tahunya banyak, maka bertanya adalah suatu keharusan. Semua manusia lepas dari satu karakter yang dimilikinya baik itu kolerik, sanguin, flakmatik maupun melankolik pastilah dalam kehidupannya mereka pernah bertanya akan suatu hal yang mengganjal dipikirannya. Hebatnya, mereka mempunyai cara masing-masing yang tak terselami karena memang pribadi setiap individu itu UNIK. Keunikan setiap individu yang diciptakan oleh ALLAH membuktikan bahwa kebesaranNYA tiada tertandingi oleh apapun. Oleh karena itu selama kita masih bernafas dan menginginkan sesuatu pengetahuan yang baru, bertanyalah selagi bisa, sebelum banyak pertanyaan akan ditanyakan padamu pada saat kita memang harus dihadapkan pada banyak jawaban yang harus kita berikan atas pertanyaan kita pada akhir hayat kita nantinya. Ciptaan ALLAH yang dinamakan manusia ini HEBAT karena penciptanya juga luar biasa HEBAT. Oleh karena itu agar kita tidak merugi, sudah seharusnya kita bertanya tentang apapun juga yang ingin kita ketahui baik dengan sesama kita, guru kita, keluarga kita, teman bisnis kita, pasangan kita, anak kita dan juga masyarakat di sekitar kita agar kita mendapatkan jawaban atas apa yang kita maui dan dapat menjadikan semangat untuk melanjutkan hidup dan mengisi hidup kita dengan keceriaan dan kegairahan tanpa beban berat yang berarti lagi. Semua sudah terselesaikan dengan bertanya dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang kita inginkan.
            Hati kita akan bertanya apapun yang kita ingini pada ALLAH, namun mulut kita juga kita pakai untuk bertanya pada orang lain yang kita percayai dapat menjawab keluh kesah kita akan hal yang tidak kita ketahui. Masa depan kita adalah pilihan kita, semua bermuara pada diri kita sendiri, apa yang akan kita lakukan sekarang akan mempengaruhi hasil yang akan kita dapatkan nanti. Semakin cepat kita mulai bertanya akan sesuatu hal yang ingin kita ketahui, semakin cepat dunia yang kita inginkan dapat kita raih. Semua pilihan ada di tangan kita masing-masing sebagai pribadi yang luar biasa dihadapan ALLAH yang maha tinggi.
            Mudah-mudahan artikel ini dapat menyemangati kita dalam pengambilan pilihan atas hidup kita dengan membudayakan untuk tidak malu bertanya, dan mau melakukan untuk selalu bertanya agar mendapatkan kejelasan dan kepastian tentang apapun yang rancu dan tidak sejalan dengan hati kita masing-masing. Pilihan hidup yang baik ada di dalam diri kita masing-masing. Akankah kita memilih untuk mengubah pola pikir kita sekarang adalah juga pilihan pribadi masing-masing individu. Setidaknya penulis berharap agar yang membaca artikel ini tergerak hatinya dan dapat mengerti sedikit tentang hal yang dibagikan dalam paparan kata yang mengisahkan pengalaman yang terjadi pada kehidupan dalam bermasyarakat dan bagaimana hubungan interpersonal dan intrapersonal seseorang dapat tercipta dengan saling berkomunikasi melalui “Mau bertanya nggak akan sesat di jalan” ini. Semua tulisan yang diilhamkan oleh ALLAH memang bermanfaat untuk mengajar, mendidik dan menuntun orang agar tidak bertindak dan melakukan kesalahan yang sama sehingga dia dapat belajar akan kesalahannya tersebut dan memulai hidupnya dengan mau bertanya sehingga kesalahan kedua tidak akan terjadi dan kesalahan-kesalahan lain yang akan terjadi dapat dihindari sehingga kehidupan dapat berlangsung dengan tentram dan damai.
            Puji dan Syukur selalu dipanjatkan karena ALLAH yang mengetahui hati dan pikiran setiap orang pada umumnya dan pada khususnya memampukan penulis untuk membuat sedikit coretan yang bertema “Mau bertanya nggak akan sesat di jalan”. Selalu belajar dari kesalahan yang dulu untuk membentuk pribadi kita kearah yang lebih baik sekarang dengan membudayakan untuk tidak malu bertanya. Semoga semua pembaca mendapatkan pengetahuan baru dan dapat mengambil hikmah dari apa yang sudah dituliskan.


SEKIAN DAN TERIMA KASIH


                                                                                    Bandung, 06 Januari 2016

                                                                                    Penulis
                                                                                    Tri Arny Wahyu Murtiningrum