Secara medis, kata menopause mengacu
pada tanggal menstruasi terakhir. Gejala menopause terjadi
sebelum dan sesudah menopause yang sebenarnya disebut dengan klimakterium.
Banyak gejala yang dapat diketahui pada masa menopause. Antara lain dapat
berupa insomnia (sulit tidur), rasa panas (hot flash), sembelit, banyak
berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulit menahan dorongan untuk
kencing (inkontinensia) dsb. Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang
itu maka ada baiknya jika Anda mencatat tanggal-tanggal haid Anda serta
gejala-gejala “yang tidak biasa” yang mungkin terjadi, setelah Anda mencapai
atau melampaui usia 40 tahun.
Beberapa gejala yang mudah dikenali
dari seorang wanita yang menjelang atau sudah menopause :
1. Berkurangya jumlah darah yang
mengalir ke payudara menimbulkan tidak adanya perubahan atau penambahan besar
payudara ketika diberikan rangsangan seksual.
2. Lemak di bawah kulit berkurang
sehingga kulit menjadi kendur di samping kelenjar kulit kurang berfungsi
sehingga kulit menjadi kering dan keriput. Kulit menjadi mudah terbakar sinar
matahari dan mengalami pigmentasi serta menjadi hitam bahkan terkadang pada
kulit tumbuh bintik-bintik hitam.
3. Wanita yang menopause juga
mengalami kelemahan tulang. Kondisi itu disebabkan oleh hilangnya beberapa zat
tulang sehingga membuatnya tidak dapat mengakses hormon estrogen dengan baik.
4. Pada masa menopause banyak wanita
yang mengalami kegemukan atau obesitas. hal itu disebabkan oleh berkurangnya
kemampuan tubuh membakar energi akibat menurunnya efektivitas proses dinamika fisik
pada umumnya.
5. Penambahan berat badan pasca
menopause seringkali menimbulkan penyakit yang menahun seperti penyakit darah
tinggi, penyakit diabetes dan penyakit tulang persendian.
Saat ini masalah menopause
merupakan salah satu masalah mendapatkan perhatian khusus. Yang perlu Anda
ketahui menopause bukan merupakan salah satu kejadian yang terjadi dengan
mendadak dan tiba-tiba, namun menopause terjadi selama bertahun-tahun dan
membutuhkan proses yang lama. Menopause juga merupakan suatu hal yang wajar
bagi seorang wanita. Biasanya menopause terjadi kepada wanita yang berusia
antara 48-52 tahun .
Lalu apakah menopause itu? Menopause
merupakan masa dimana wanita berhenti mengalami menstruasi
atau mati haid. Proses untuk menuju menopause ditandai dengan gejala dan
tanda menopause sendiri terjadi ditandai dengan fungsi dari indung telur yang
mengalami penurunan untuk memproduksi hormon.
Selain itu gejala dan tanda yang
disebabkan karena menopause adalah perubahan suatu siklus haid bulanan, jumlah
dan juga lamanya haid Anda. Hot flash
yang terjadi pada sekitar leher dan juga wajah Anda. Biasanya hal ini terjadi
hanya sementara saja, terjadi disaat darah mengalami pengurangan dan
berlangsung hingga haid benar-benar berhenti. Biasanya hal ini bisa diatasi
dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga secara
teratur.
Gejala dan tanda menopause juga
ditandai dengan berkeringat yang terjadi di wakyu malam, terdapatnya kerutan
pada daerah sekitar vagina, dan juga kerutan yang trjadi di kulit. Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu
gejala dari menopause datang.
Kebanyakan wanita takut akan masa
menopause ini, disebabkan karena merasa sudah tua. Padahal jika Anda
mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga dengan teratur
serta menerapkan pola hidup yang sehat maka Anda akan awet muda. Tidak
dibarengi dengan mengonsumsi alkohol dan memakai rokok.
Nutrisi yang Anda perlukan untuk
menunda terjadinya menopause adalah makanan yang sehat. Makanan yang sehat juga
perlu memperhatikan tiga hal berikut ini, yakni kuantitas, kualitas, dan juga
berbagai keragaman dari jenis keragaman jenis makanan. Jumlah asupan makan Anda
harus yang bernutrisi, hal ini ditujukan agar lebih seimbang kecukupan gizi
yang Anda perlukan untuk tubuh Anda.
Gejala-gejala menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen atau progesteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami gejala yang sifantya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal. Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanta penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.
Gejala-gejala yang mungkin ditemukan
pada wanita menopause adalah :
1. Hot flashes terjadi akibat
peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan
punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disetai keringat yang berlebiihan. Hot
flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebayakan hot flashes
dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih
dari 5 tahun. Hot flashes berlangsung selama 30 detik-5 menit.
2. Vagina menjadi kering sehingga
ketika melakukan hubungan seksual sering timbul rasa nyeri.
3. Gejala psikis dan emosional
(kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh
berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan
tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
4. Pusing, kesemutan dan palpitasi
(jantung berdebar)
5. Hilangnya kendali terhadap
kandung kemih (beser)
6. Peradangan kandung kemih dan
vagina
7. Osteroporosis (pengeroposan
tulang)
Resiko tinggi terjadinya
osteroporosis ditemukan pada wanita yang kurus, merokok, mengonsumsi alohol
secara berlebihan, mengonsumsi kortikosteroid, memiliki asupan kalsium yang
rendah, jarang berolahraga.
Menopause adalah suatu
fenomena baru dalam masyarakat kita. Enam puluh atau 100 tahun yang lalu
wanita meninggal sebelum mengalamai menopause sehingga sondrom menopause
tidak dikenal. Berbeda dengan sekarang ketika usia harapan hidup semakin tinggi
disebabkan kemajuan dibidang ilmu kedokteran, wanita lansia semakin banyak.
Dengan demikian para wanita mulai mempertanyakan sindrom menopause yang
umumnya menjadi gangguan yang serius dalam kehidupan mereka sehari-hari. Karena
itu sangat bermanfaat memberi pengetahuan dan pendidikan tentang menopause,
selain agar kaum wanita tidak dibuat bingung dan ragu dengan berbagai
tanda gejala menopause yang mengkhawatirkan yang dialaminya, mereka juga harus
disadarkan bahwa ada konsekuensi-konsekuensi kesehatan serius yang tidak boleh
diabaikan. Mereka harus mampu menjaga dirinya agar tidak mengalami
penyakit-penyakit yang diakibatkan menghilangnya estrogen. Dan para dokter juga
tidak menganggap enteng berbagai masalah menopause.
Secara medis hanya ada tiga tanda
gejala menopause yaitu menstruasi yang kacau, semburan panas dan keringnya
vagina. Semua itu disebabkan oleh penurunan
kadar estrogen yang diproduksi tubuh. Gejala-gejala lain yang kadang juga
sangat menganggu adalah gejala emosional yang disebabkan oleh meningkatnya
kadar follical stimulating hormone (FSH, hormone perangsang folikeltelur) dan
luteinizing hormone (LH). Edua hormone itu diproduksi oleh kelenjar pituitary
sebagai respons untuk menstimulasi hipotalamus diotak untuk mengaktifkan
ovarium. Ketika siklus menstruasi kacay dan persediaan sel telur makin
menipis, maka FSH dan Lh diproduksi sangat banyak sampai 15 kali biasanya. Ini
merupakan mekanisme tubuh mengaktifkan kembali ovarium yang “mogok”.
Pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan tingginya kadar FSH dan Lh
menunjukkan bahwa pada saat itu Anda memasuki masa perimnopause. Berikut ini
beberapa gejala emosional menopause yang disebabkan memebanjirnya FSH dan Lh
yang sering dialami wanita menjelang menopause.
- Suasana hati yang berubah-ubah, mudah marah dan mudahs edih tanpa sebab yang jelas.
- Depresi
- Sering cemas dan gelisah tanpa sebab yang jelas
- Alergi meningkat
- Sulit tidur pulas, sering terbangun tanpa sebab.
Selain itu masih ada beberapa tanda
gejala menopause dalam bentuk fisik yang sering dialami waniuta menopause:
- Semburan panas (hot flashes), ini memrupakan cirri khas menopause.
- Banjir keringat disaat terjadi semburan panas maupun disaat tidur malam hari
- Vagina mengering
- Jantung berdebar
- Kelelahan yang berlebihan
- Gangguan kulit
- Gangguan sendi
- Dan sebagainya, yang masing-masing wanita mempunyai pengalaman yang berbeda.
Gejala mulai menghilang pada tahap
pasca menopause. Hilangnya tidak seketika tapi berangsur-angsur,gejala mulai
menghilang sejak berlalunya waktu 12 bulan penuh menstruasi terakhir.
Banyak hal yang perlu mendapat perhatian sejak menstruasi terakhir. Pertama,
pendarahan dari vagina yang terjadi setelah menstruasi terakhir berarti adanya
suatu penyakit. Jadi Anda harus memeriksakannya ke dokter. Kedua, Anda
mulai rentan terhadap penyakit-penyakit degenerative karena menghilangnya
hormone estrogen yang tidak lagi diproduksi tubuh. Penyakit-penyakit
degenerative tersebut antara lain jantung, diabetes, kanker, osteoporosis, dan
sebagainnya. Karena itu, Anda perlu mengubah gaya hidup Anda dengan menerapkan
pola makan sehat,olahraga teratur dan terukur, tidak merokok maupun minum
minuman beralkohol, tetap beraktivitas/bersosialisasi, tidur/istirahat cukup,
dan sebagainya. Lebih baik lagi jika semua itu telah dilakukan sejak usia muda,
sebelum usia 30-an.
Gejala menopuse dini umumnya tidak begitu dapat
dirasakan. Namun pada umumnya menopasuse dini dan menopause pada umumya sama,
yakni tidak lagi mengalami menstruasi, mengalami gejala menopause lainnya
seperti hot flashes dan emosi yang tidak stabil.
Menopause dini sendiri adalah
keadaan saat fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia
40 tahun. Pada menopause dini, kadar homon estrogen rendah tetapi kadar hormon
hipofisa yang merangsang ovaium (terutama hormon FSH) tinggi.
Menopause dini dapat disebabkan oleh
beberapa hal antara lain kelainan bawaan (biasanya kelainan kromosom), penyakit
autoimun (sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel indung telur tubuh itu
sendiri), telah dilakukan pengangkatan ovarium (rahim). selain itu, merokok
juga dapat menyebabakn menopause dini.
Banyak orang dan pendapat bahwa
menopause dini akan membawa dampak atau risiko mengalami komplikasi suatu
penyakit seperti osteoporosis misalnya karena adanya riwayat keluarga atau
masalah kesehatan sebelumnya atau karena gejala menopause dini itu sendiri.
Umumnya gejala-gejala menopause dini
dapat dibantu dengan melakukan suatu pengobatan. Pengobatan yang paling sering
digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala menopause dan mengurangi risiko
masalah kesehatan di masa depan adalah terapi sulih hormon (hormone replacement
therapy, HRT).
Akan tetapi, seperti yang mungkin
pernah Anda dengar, ada beberapa risiko yang menyertai pengobatan HRT ini,
khsusunya jika digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama.
Efek-efek yang berpotensi terjadi
dalam pengobatan jangka panjang dengan HRT untuk pada pengobatan dari
gejala-gejala menopause dini, adalah :
a. Peningkatan risiko tersamar :
1. Kanker payudara
2. Masalah penyumbatan
3. Pembuluh darah misalnya stroke
4. Penyakit jantung koroner
2. Masalah penyumbatan
3. Pembuluh darah misalnya stroke
4. Penyakit jantung koroner
b. Penurunan risiko tersamar :
1. Kanker kolorektal (usus besar)
2. Osteoporosis dan patah tulang
2. Osteoporosis dan patah tulang
Ada sejumlah pengobatan dan strategi
tambahan yang bertujuan menghilangkan gejala-gejala menopause dini dan mengurangi
risiko komplikasi di masa depan.
Beberap obat yang keefektifannya
telah teruji secara klinis, mungkin akan diberikan oleh dokter. Di sisi lain,
ada berbagai macam makanan dan jenis olahraga yang diyakini oleh banyak orang
dapat bermanfaat selama masa perimenopuase dan juga terdapat berbagai terapi
pendukung yang telah populer.
Posted by gejala menopause
Menopause adalah perubahan yang
normal terjadi pada kehidupan seorang wanita ketika periode menstruasinya
berhenti. Seorang wanita sudah mencapai
menopause apabila dia tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan secara
berurutan, dan tidak ada penyebab lain untuk perubahan yang terjadi. Selama
menopause, yang umumnya terjadi pada usia 45 – 55 tahun, tubuh seorang wanita
secara perlahan mengurangi produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga
terjadilah berbagai gejala.
Gejala menopause dan cara menanganinya adalah :
1. Hot flashes
Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.
Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.
2. Kekeringan pada vagina
Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen. Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter
Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen. Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter
3. Gangguan tidur
Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur
Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur
4. Gangguan daya ingat
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu
5. Perubahan mood
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu
6. Penurunan keinginan berhubungan
seksual
Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu
Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu
7. Gangguan berkemih
Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Saat proses kesuburan menurun,
wanita kehilangan kemampuannya untuk memiliki kadar estrogen dan progesteron
yang stabil, sampai akhirnya mereka tidak mengalami menstruasi. Menopause
ditandai dengan banyaknya perubahan hormon yang menyebabkan hilangnya
kesempurnaan di sekitar vagina, gelora panas, dan sulit tidur. Untuk mengatasi
permasalahan yang berhubungan dengan gejala menopause, terapi sulih hormon
(TSH) menjadi perawatan yang populer. Karena kita kehilangan kadar hormon
seiring dengan bertambahnya usia, maka terpikirlah bahwa sulih hormon dapat
menjadi sarana untuk menjaga agar tetap muda.
Masalahnya dengan TSH adalah bahwa ini berhubungan dengan
efek samping yang sangat serius, termasuk penggumpalan pembuluh darah yang
meningkat, yang dapat menyebabkan pecahnya gumpalan tersebut dan mengalir ke
paru-paru (embolisme paru-paru), kanker, serangan jantung,. Meskipun kami tidak
dapat menyarankan TSH sebagai terapi yang utama, kami belum menyerah untuk
mengembangkannya pada masa mendatang. Dalam banyak kasus wanita-wanita yang
diberi resep TDH perlu memakan aspirin untuk mencegah penggumpalan yang
kemungkinan besar berakibat fatal.
Tiga unsur, kedelai, semanggi merah,
dan ikan salem kecil berwarna hitam, semuanya telah terbukti dapat mengurangi
gejala-gejala yang berhubungan dengan menopause pada sekitar 35 persen wanita.
Yang ingin kami tekankan adalah anda tidak perlu memandang menopause sebagai terhentinya kekuatan seksual. Seks tidak berhenti setelah usia lima puluh tahun. Kenyataannya, seks tidak akan pernah berhenti.
Yang ingin kami tekankan adalah anda tidak perlu memandang menopause sebagai terhentinya kekuatan seksual. Seks tidak berhenti setelah usia lima puluh tahun. Kenyataannya, seks tidak akan pernah berhenti.
Banyak gejala menopause yang dapat diketahui pada masa
menopause. Antara lain dapat berupa insomnia (sulit tidur), rasa panas (hot
flash), sembelit, banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat,
sulitmenahan dorongan untuk kencing (inkontinensia), dsb. Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang itu
maka ada baiknya jika anda mencatat tanggal-tanggal haid anda serta
gejala-gejala yang tidak biasa yang mungkin terjadi, setelah anda mencapai atau
melampaui usia 40 tahun.
Rasa panas (hot flash), atau rasa
panas yang datang secara tiba-tiba, tetapi secara klinis ini tidak bahaya, dan
rasa tersebut mudah juga berlalu. Biasanya, hot flash berlangsung hanya selama
15 detik sampai 1 menit. Rasa panas tadi timbul pada saat darah haid mulai
berkurang dan mulai berlangsung sampai haid benar-benar berhenti.
Cara mencegah adalah membicarakan dengan teman dan tetap
tenang, rileks, dan mengatur nafas dengan perlahan.Hindari penggunaan baju yang
tidak menyerap keringat. Wanita yang mengatur pola makan dan olahraga secara
teratur akan mudah mengatasi rasa panas itu.
Sembelit juga sering akan muncul
pada wanita menjelang menopause. Walaupun jarang kasus tersebut terjadi, tetapi
lebih disebabkan oleh perubahan produksi hormone estrogen dalam tubuh. Untuk
mengimbangi terjadinya sembelit tersebut, sebaiknya memang [ada masa tersebut
wanita lebih banyak mengonsumsi serat yang banyak dikandung dalam buah-buahan
dan sayur-sayuran.
Gangguan tulang juga sering terjadi
pada masa menopause, karena berhentinya produksi estrogen oleh indung telur
akan mempengaruhi keseimbangan metabolisme zat kapur (kalsium) dalam tulang.
Menopause yang terjadi pada wanita
merupakan fase kehidupan seorang wanita terjadi secara normal dan pastinya
semua wanita akan mengalami dan menjalani masa menopause yang merupakan bagian
akhir dari masa reproduktivitas dan proses penuaan.
Sebelum menjelang masa menopause
seorang wanita akan mengalami masa perimenopause yakni suatu masa dimana
terjadi ketidak-teraturan siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang tidak
teratur pada wanita perimenopause dimulai sekitar usia 40 tahun dan dapat
berlangsung singkat maupun panjang tergantung dari keadaan masing-masing wanita
itu sendiri. Darah haid yang keluar menjadi lebih sedikit atau siklusnya menjadi
lebih panjang, lebih oendek atau tidak beraturan sama sekali dan terkadang
disertai raa nyeri haid.
Secara medis, wanita yang mengalami
menopause akan mengalami penurunan fungsi hormon yang sangat penting dalam
kehidupan wanita, yakni estrogen dan progesteron. Hormon estrogen seringkali
menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.
Berikut ini tabel keluhan klimaterik
yang sering dialami oleh wanita menopause keterkaitan perubahan mood atau
suasana hati yang merupakan gejala atau tanda umum dari wanita menopause.
Setiap wanita pasti mengalami masa
menopause yang merupakan bagian normal dari proses penuaan yang dihadapi oleh
semua wanita di dunia. Banyak orang mengartikan menopause adalah suatu tanda
dari berakhirnya masa menstruasi secara permanen dan hilangnya fungsi ovarium.
Normalnya dan kebanyakan wanita yang
mengalami menopause di masa usia sekitar 45 tahun dan 50 tahun. Namun, beberapa
wanita ada yang mengalami masa menopause lebih cepat dari angka usia yang
umumnya terjadi. Hal ini dilatar belakangi oleh riwayat kesehatan.
Sebuah contoh, kasus menopause yang
terjadi di Amerika Serikat, kebanyakan wanita di AS mengalami menopause sekitar
usia 51 tahun dan hampir setiap hari 6.000 wanita di Amerika mencapai usia
menopause.
Secara umum, gejala
menopause pada wanita dapat diamati dari beberapa hal berikut ini :
1. Periode dan siklus menctruasi
yang berkurang dan tidak teratur
Seorang wanita akan dianggap
mengalami gejala menopause, apabila dalam kurun waktu selama 12 bulan tidak
mengalami menstruasi kembali sejak menstruasi terakhir.
Periode dan siklus menstruasi yang
tidk teratur hingga benar-benar terjadi berakhirnya masa menstruasi merupakan
tanda dan gejala yang sangat nyata dari seorang wanita yang telah mencapai masa
menpause, terutama jika sudah berusia 50 tahun. Tidak ada patokan yang pasti
kapan periode dan siklus menstruasi itu akan terjadi. Namun, seorang wanita
dapat memperkirakan periode dan siklus menstruasi jika memiliki catatan
kalender menstruasi setiap bulannya yang dapat membantu menentukan kapan
periode dan menstruasi mulai tidak teratur.
2. Hot flashes
Hot flashes adalah tanda atau gejala
yang paling menonjol dari seorang wanita yang mengalami gejala menopause yakni
dengan terjadinya perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah melebar
dalam upaya untuk mendinginkan tubuh.
Beberapa wanita yang mengalami
gejala demikian akan mengalami perubahan warna kulit yang memerah atau
berkeringat selama hot flashes. Hot flashes juga dapat menyebabkan denyut
jantung meningkat.
Hot flashes yang merupakan gejala
normal dan dominan terjadi pada setiap wanita menopause pada umumnya masih
dapat dikendalikan dengan menghindari alkohol, kafein, mengurangi makanan
berselera pedas dan rokok.
3. Insomnia atau gangguan tidur
Insomnia atau gangguan tidur atau
susah tidur merupakan gejala yang sering dialami oleh setiap wanita yang
mengalami gejala awal dari menopause. Sebagian besar wanita akan sering
terbangun di malam hari karena berkeringat, ingin berkemih sehingga susah untuk
kembali tidur.
4. Perubahan suasana hati (mood
swings)
Sebagian besar wanita yang mengalami
gejala menopause akan mengalami perubahan terhadap suasana hati atau mood dan
ini umumnya terjadi sebelum dan selama menopause.
Perubahan mood ini umumnya dilatar
belakangi oleh perubahan hormon yakni hormon estrogen dan progesteron yang
berperan dalam pengaturan hormon-hormon wanita, seperti hormon seks, hormon
yang mengendalikan emosi dan perubahan mood itu sendiri.
Perubahan mood ini membuat wanita
mudah tersinggung, mudah marah, perasaan selalu tidak nyaman, gelisah, mudah
stress dan depresi.
Setiap perempuan akan mengalami
pengalaman menopause yang berbeda, beberapa diantaranya mungkin tidak mengalami
gejala yang mengganggu. Di sisi lain, beberapa perempuan mengalami gejala yang
cukup parah, seperti hot flashes dan insomnia.
Penelitian yang dilakukan oleh the
North American Menopause Society menunjukkan bahwa 80 persen perempuan
menopause yang mengikuti survei tidak mengalami penurunan kualitas hidup.







